SHARE
Bakhtiar Abdullah. Sumber: Jeumpanews

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bangsa Aceh mulia yang dirahmati Allah.

Segala puji kita panjatkan kepada Allah Subhanahuwataala yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam kepada kita semua yang mana, dapat kita bersama-sama menyambut Milad GAM yang ke 41 tahun pada hari ini.

Selawat dan salam ke haribaan Nabi Besar Muhammad Sallahualihi wasallam yang merupakan pimpinan agung ummat manusia sekalian. Baginda juga – sebagaimana yang sedang kita rayakan hari keputeraannya sekarang – telah memberikan bimbingan kepada seluruh manusia dan juga ummat Islam khususnya dalam menata cara hidup yang berakhlak karimah dan bermanafaat kepada manusia diseantaero dunia dalam segala keadaan.

Makanya Milad pada hari ini wajib kita renung sedalam-dalamnya perjalanan suci Rasulullah SAW dan kita kaitkan dengan perjuangan GAM selama ini yang memsuki ajang perdamaian selama 12 tahun ini. Muhasabah yang perlu kita lakukan adalah bagaimana usaha2 kita untuk menguatkan hablamminllah , hablam minannas dan ukhuwah Islamiyah sesama kita dalam menghadapi cabaran2 di masa akan datang.

Dalam perkara hablammminallah, sama-sama kita tingkatkan osaha-osaha menjunjung tinggi perintah Allah atas diri kita dalam melaksanakan al amar bil makruf wannahyi anil mungkar. Rahmat dan amanah yang telah Allah limpahkan dalam perdamaian ini apakah sudah kita laksanakan dengan sempurnanya? Masih adakan lagi teman-teman kita yang belum kita bantu sepatotnya? Lebih-lebih lagi kurban konflik, anak2 yatim dan janda konflik dan juga masyarakat yang masih lagi hidup dalam kemiskinan? Sekiranya hal-hal tersebut tidak kita selesaikan dengan sempurnanya, maka akan rugilah kesempatan waktu yang sedia ada untuk kita semuanya.

Damai yang bermartabat untuk semua. Itulah tema perdamaian yang telah kita sepakati. Damai telah kita capai tetapi harkat dan martabat bangsa Aceh masih lagi belum menyeluruh dapat kita pertingkatkan. Memang keadilan sepenuhnya tidak mungkin terjangkau dalam waktu dekat tetapi pemerataan itu adalah langkah utama dan terutama.

Ukhuwwah (kesatuan) sesama manusia itu juga sangat penting. Ini bukan saja di kalangan eks kombatan malah sesama masyarakat juga penting. Perjuangan GAM sampai saat ini dalam konteks damai, tidak akan bisa bertahan kalau tidak dengan dukungan masyarkat dan bangsa Aceh mulia. Janganlah kita bercerai-berai lagi dalam hal ini.

Dengan hati yang lapang sama-sama kita membangun Aceh bersama serentak dan memikul tanggungjawab kita masing2 menurut kadar kemampuan yang memungkinkan. Sekurang-kurangnya dengan doa demi kemaslahatan bangsa Aceh. Letakkanlah kepentingan bangsa di depan daripada kepenting kelompok dan peribadi.

Semoga Allah Merahmati roh rakan2 seperjuangan, pimpinan dan juga kurban kobflik yang berguguran demi untuk Aceh yang bermartabat. Amin.

Akirul kalam, kami mengucapkan selamat menyambut Milad dan Seulamat Menyambut Maulidir Rasul.

Wabillahi taufiq walhidayah Wassalamu Alaikum

Stockholm, Swedia

Bakhtiar Abdullah
Kordinator GAM

Komentar