SHARE
Bustami Usman saat membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Education Management Information System (EMlS) Dayah/Pondok Pesantren Tahun 2017, Senin, (13/11/2017) di Grand Arabiya Hotel, Banda Aceh. Foto: IST

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Peran dayah (pesantren) dalam sejarah pembangunan Indonesia yang beradab tidak dapat dikesampingkan. Lembaga pendidikan dayah telah memberikan sumbangsih yang begitu besar bagi terbentuknya negeri ini.

Khusus di Aceh, kehadiran dayah merupakan lembaga pendidikan Islam yang telah berjasa mencetak para pendakwah yang kemudian menyebarkan Islam ke seluruh pelosok nusantara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Bustami Usman saat membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Education Management Information System (EMlS) Dayah/Pondok Pesantren Tahun 2017, Senin, (13/11/2017) di Grand Arabiya Hotel, Banda Aceh.

Menurut Bustami, sejarah membuktikan bahwa kehadiran dayah terutama di Aceh, telah menjadi benteng terakhir kekuatan umat Islam dalam melawan kolonialisme asing. Selain itu pada saat ini, dayah di Aceh juga menjadi benteng terakhir pertahanan akidah.

“Dalam perkembangannya, kehadiran manusi di dunia sesuai dengan sunnatullah, sehingga setiap usaha mempertahankan atau menuju kebaikan maka akan selalu dihadapkan pada tantangan dan rintangan, begitu juga dengan yang dialami oleh lembaga pendidikan dayah,” ujarnya.

Bustami memaparkan, kekuatan dayah adalah basis pengembangan ilmu agama dan sub sistem dalam masyarakat yang akan selalu diuji oleh tantangan zaman yang berkembang dinamis.

Untuk itu, Bustami berharap, agar di tengah arus deras perubahan dunia, dayah tidak hanya menjadi benteng pertahanan atas berbagai serangan pemikiran yang menghancurkan nilai-nilai Islam yang mulia, akan tetapi juga bisa berperan ekstra dalam melakukan ekspansi nilai-nilai mulia yang dibangun dayah.

Sebab, kehadiran Dinas Pendidikan Dayah Aceh selama ini merupakan perpanjangan tangan dari Pemeritah Aceh untuk membina, mengembangkan dan meningkatkan kapasitas dayah di Aceh, terutama di bidang sarana dan prasarana sedangkan legalitas dayah berada di bawah Kanwil Kementerian Agama Aceh.

Hal itu sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

“Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Dayah Aceh bekerjasama dengan Kementerian Agama Provinsi Aceh ini merupakan salah satu bentuk usaha dan kontribus kami untuk penguatan peran dayah, untuk pendataan lembaga, santri, pendidik, tenaga kependidikan dan program-program yang ada di dalam dayah untuk menampilkan nilai-nilai positif dari Dayah ke dalam kehidupan masyarakat dan bangsa,” ujar Bustami.

Dalam sambutan penutupnya, Bustami berharap dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi pendataan EMlS Dayah/Pondok Pesantren Tahun 20l7 semua pihak terkait dapat meningkatkan profesionalisme dan pemahaman akan pentingnya pendataan EMIS Dayah/Pondok Pesantren yang ada di Aceh.

Turut dalam acara tersebut Kakanwil Kemenag Aceh, Majelis Pendidikan Aceh, peserta dan sejumlah tamu undangan.[]

Komentar

SHARE
Redaksi
aceHTrend menghadirkan berita dan opini yang dibutuhkan warga. Media ini didirikan oleh PT. Aceh Trend Mediana sebagai perusahaan pers untuk menjadi sarana berbagi informasi dan promosi bagi warga masyarakat, pebisnis, serta instansi pemerintahan yang ada di Aceh dan sekitarnya. Hubungi kami: [email protected]