BERBAGI

ACEHTREND.CO, BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar pertemuan mahasiswa se-ASEAN membahas isu lingkungan pada 17 – 18 April di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh.

Menurut Ketua Panitia ASEAN Student Conference, Jasiran pihaknya memilih isu lingkungan sebagai tema utama karena ASEAN merupakan kawasan ekonomi dengan populasi 600 juta yang rentan terhadap dampak perubahan iklim global.

“Dengan kawasan pesisir yang mencapai 170 ribu km dan ditempati oleh 80% persen populasi Asia Tenggara, permasalahan perubahan iklim menjadi isu krusial mengingat pada setiap tahunnya, permukaan air laut naik 1 hingga 3 mm,” katanya.

Jasiran mengatakan acara konferensi mahasiswa ASEAN akan diisi dengan beberapa seminar dan konferensi yang dipaparkan oleh sejumlah tokoh dan aktivis lingkngan nasional dan internasional.

Diantaranya, seminar internasional ASEAN pada 17 April 2018 dengan tema “Selamatkan Bumi dari Kehancuran Perubahan Iklim” dengan pemateri yang terdiri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Penasehat Senior Menteri, Nur Masripatin dan Rektor Songkla University, Prof. Chusak Limsakul.Selain itu menurutnya, ada juga diksusi Talkshow Internasional pada 18 April 2018 yang akan membicarakan berbagai persoalan yang terjadi di Negara ASEAN dengan tema “Optimalisasi Peran Pemuda ASEAN dalam Menciptakan Komunitas yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim”. Talkshow tersebut akan diisi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Deputi IV Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo, Rektor Thaksin University dan Penerima Hadiah Goldman Environment, Rudi Putra.

Komentar