BERBAGI

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Dr. Rizal Ramli mengatakan proses pengunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) di Aceh tidak transparan dan tidak tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Rizal Ramli pada saat memberikan kuliah umum refleksi 10 tahun dana otsus di Universitas Muhammadiyah Aceh dengan tema prospek ekonomi Aceh pasca berakhirnya dana Otsus 2027.

“Ada yang harus dievaluasi karena dana otsus itu penting, namun sayang proses pengunaannya tidak transparan dan pengunaannya tidak tepat sasaran,” kata Rizal Ramli di hadapan ratusan peserta kuliah umum di Fatultas Ekonomi Unmuha, Banda Aceh, (16/4/2019).

Pakar ekonomi itu mengaku kaget dan sedih karena Aceh ini merupakan daerah yang kaya sekali dengan sumber daya, masyarakat berani melakukan inovasi, banyak orang pintar kemudian ada dana otsus yang lumayan besar.

“Saya kaget dan sedih kok hasilnya nyaris tidak ada, tahun lalu ekonomi Aceh hanya tumbuh 4,2 persen di bawah rata rata nasional yang lima persen,” ujar pakar ekonomi itu.

Tapi kata dia itu bukan hanya terjadi di Aceh, di provinsi-provinsi di Indonesia APBN atau APBD diluar untuk gaji dan tunjangan pegawai negeri yang sampai kepada rakyat hanya 30 persen, sementara 70 persen dipakai oleh elit yaitu pemerintah dan legislatif.

“Hanya ada sekitar 20 kabupaten di Indonesia dari total 352, 70 persen buat rakyat 30 persen untuk birokrasi dan DPR itu rakyatnya senang lebih makmur dan bupati tersebut bupati itu terpilih lagi tanpa nyebar uang. Tapi mayoritas seluruh Indonesia hanya 30 pesen untuk rakyat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Rizal Ramli menyarankan kepada masyarakat di Aceh untuk meminta pemerintah untuk mengumumkan dana Otsus di media massa, agar masyarakat tahu untuk apa saja anggaran itu dipergunakan.

“Untuk proyek apa saja anggaran digunakan, yang bertangungjawab siapa, koordinatornya siapa, mamfaatnya apa, jadi yang mengawasi itu jangan hanya anggota DPR karena anggota DPR sering pat gulipat, mari kita mulai transparan mengelola pemerintah, saya percaya Aceh bisa tumbuh lebih baik,” jelasnya.

Komentar