ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap terjadi pergantian pemimpin maka berubah kebijakan. Bahkan, pada kepemimpinan tertentu sering dilakukan perombakan kabinet secara beruntun.

Di Aceh juga demikian. Ganti pemimpin, ganti kebijakan. Bahkan sebentar-sebentar ganti Kepala Dinas alias reshufle.

Fenomena itu oleh Prof Dr Farid Wajdi, Rektor UIN Ar-Raniry, diibaratkan sebagai igoe atret (gigi mundur) pada kenderaan.

“Tanyoe lale ngen igoe atret. Ini adalah salah penyebab Aceh tidak maju-maju di tengah limpahan dana Otsus,” kata Prof Farid yang menjadi narasumber pada bedah buku berjudul Pemuda, Pengangguran dan Life Skill, di Gedung Pemuda Aceh, Banda Aceh, Sabtu (20/5).

Selain Prof Farid, buku yang ditulis oleh Hasan Basri M Nur dan Ahmad Zaki Husaini itu juga dibedah oleh Prof Nasir Azis (Dekan FE Unsyiah) dan Yarmen Dinamika (Redpel Serambi Indonesia).

Bedah buku yang dipandu oleh Bukhari M Ali (Sekretaris Serambi Indonesia) itu dihadiri seratusan pemuda, mahasiswa, pengusaha muda, wartawan dan akademisi.

Selian mengupas kiprah DPD KNPI Aceh 2013-2016 di bawah kepemimpinan Jamaluddin Jamil, buku ini juga memuat konsep pengangguran, kemiskinan beserta indikatornya dan solusi menghadapi fenomena pengangguran di kalangan pemuda.

Prof Nasir Azis dan Yarmen Dinamika menilai buku ini sangat bagus dan memenuhi kaidah akademik.

“Tidak hanya itu, buku karya Hasan Basri M Nur dan Ahmad Zaki ini disajikan dengan bahasa ilmiah populer yang enak dibaca. Bagi orang yang tidak suka dengan KNPI, buku tetap saja berguna karena memuat konsep pemuda, pengangguran, kemiskinan dan life skill yang sangat jelas,” kata Yarmen Dinamika.

Komentar

Redaksi
aceHTrend menghadirkan berita dan opini yang dibutuhkan warga. Media ini didirikan oleh PT. Aceh Trend Mediana sebagai perusahaan pers untuk menjadi sarana berbagi informasi dan promosi bagi warga masyarakat, pebisnis, serta instansi pemerintahan yang ada di Aceh dan sekitarnya. Hubungi kami: redaksi@acehtrend.co