SHARE

ACEHTREND.CO, Singkil–Lembaga Mukim Kemukiman Gosong Telaga bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Singkil, Jumat (10/11/2017) menggelar upacara adat laut di Danau Anak Laut, Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.

Daslis Kepala Mukim Gosong Telaga mengatakan, upacara adat itu digelar karena  beberapa pekan lalu  ada nelayan yang melanggar ketentuan adat laut.

Yaitu, menangkap teripang (kolong) menggunakan pukat tarik.

Padahal alat tangkap jenis itu, penggunaanya telah dilarang negara dan adat laut setempat.

“Jadi, jika ada pelanggaran semacam ini atau dalam bentuk lainnya, kita lazim melaksanakan upacara adat laut. Menepung tawari laut, pembacaan doa, pemberian denda sebagai sanksi adat, dan kenduri,” ucap Darlis.

Dilarangnya, penggunaan alat tangkap pukat tarik di perairan Anak Laut dan sekitarnya. ungkap Darlis, karena bisa merusak biota perairan Danau Anak Laut.

“Menangkap teripang (kolong) boleh, tidak dilarang. Tapi, harus menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” tutur Darlis.

Sementara itu Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Singkil Ir Ismed Taufiq yang diwakili Kabid Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Perikanan, Chazali  ST,  memberikan apresiasi atas terselenggaranya upacara adat laut tersebut.

Chazali mengatakan, Aceh dalam keistimewaannya memiliki Qanun Nomor 9 Tahun 2008 yang mengatur pembinaan Kehidupan Adat Istiadat Laut.

Dalam qanun itu,  kita harus mengedepankan sanksi adat dalam menindak setiap pelanggaran adat laut.

“Jadi, pada prinsipnya aturan dibuat demi kemaslahatan. Supaya sumberdaya hayati tetap lestari dan memiliki ketersediaan yang berkelanjutan,” ucap Chazali ST.

Di penghujung acara, selain pembacaan doa, tepung tawar laut, dan kenduri pulut kuning.

Juga dilakukan pemberian sanksi adat dalam bentuk penyerahan uang tunai dari perwakilan nelayan yang melanggar kepada Kepala Mukim.[]

 

Komentar

SHARE
Sadri Ondang Jaya
Sadri Ondang Jaya adalah wartawan aceHTrend untuk wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya. Di samping itu pria yang gandrung membaca ini, suka menulis esai, puisi, dan cerpen. Sarjana FKIP Unsyiah ini telah berhasil menerbitkan buku "Singkil Dalam Konstelasi Sejarah Aceh". Juga aktif di blogger Aceh.