SHARE

ACEHTREND.Co, Singkil–Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil menggelar Lokakarya Penegakan Hukum Adat dan Peradilan Adat, Senin (20/11/2017) di Gedung Pemuda Pasar Singkil.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, kata Ketua Panitia Pelaksana, Ustaz Abdussalam, bertujuan memaksimalkan pemahaman masyarakat tentang hukum dan peradilan adat di tengah-tengah masyarakat.

“Sehingga hukum adat itu bisa lebih eksis di samping hukum positif lainnya,” tutur Ustaz Abdussalam.

Dalam lokakarya itu, hadir sebanyak 88 orang peserta yang terdiri dari Imeum Mukim, tokoh-tokoh adat, pemerhati adat, dan panglima laot dalam Kabupaten Aceh Singkil.

Narasumber dalam lokakarya tersebut, hadir dari MAA Provinsi Aceh, Sanusi M Arief, Wakil Ketua MAA Aceh Singkil, H Mu’adz Vohry, Kadis Perikanan dan Kelautan Aceh Singkil H Ismed Taufiq, dan Dara Qutni utusan Panglima Laot Aceh Singkil.

Lokakarya ini di samping dihadiri unsur muspida juga dihadiri Sekdakab Aceh Singkil Drs Azmi.

Sekdakab Drs Azmi dalam arahannya mengatakan, kegiatan lokakarya itu penting dilakukan agar masyarakat memahami keberadaan hukum adat dan peradilan adat.

Apalagi juga dalam lokakarya ini disinggung tentang kelestarian ekosistem laut dan hutan dalam presfektif hukum adat dan peradilan adat.

“Jika sudah memahami hal itu, masyarakat akan bisa memerlakukan alam dengan baik dan positif. Mereka tidak semena-mena lagi dalam mengeksplotasi hutan dan laut sesuai kehendak nafsunya,” ucap Azmi.

Pelestarian alam ini penting, demi kepentingan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainya.

Sementara itu, Sanusi M Arief dari MAA Provinsi Aceh sebagai narasumber dalam paparannya menyebutkan, jika ada persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui tingkat hukum dan peradilan adat.

“Jangan semua persoalan langsung diserahkan ke pihak berwajib. Kalau masalahnya masih bisa didamaikan di tengah masyarakat melalui lembaga mukim secara adat-istiadat atau kearifan setempat, silahkan didamaikan dalam masyarakat itu,” tegas Sanusi M Arief.

Dengan lokakarya ini, tambah Sanusi, diharapkan para tokoh adat (imeum mukim) punya peran maksimal dan mengerti cara menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dengan kearifan lokal yang ada.[]

Komentar

SHARE
Sadri Ondang Jaya
Sadri Ondang Jaya adalah wartawan aceHTrend untuk wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya. Di samping itu pria yang gandrung membaca ini, suka menulis esai, puisi, dan cerpen. Sarjana FKIP Unsyiah ini telah berhasil menerbitkan buku "Singkil Dalam Konstelasi Sejarah Aceh". Juga aktif di blogger Aceh.