SHARE

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Salah satu anggota dewan juri AMF 2017, Moritza mengatakan bahwa sebagian peserta sepertinya belum memaknai “Nada Tradisi Dalam Melodi” seperti yang diinginkan panitia. Hal tersebut disampaikan Moritza didampingi dua orang dewan juri lainnya yakni Erlinda, dan Ahmad Sya’i kepada aceHTrend, Sabtu (28/10/2017) di Gedung AAC Dayan Dawood.

Moritza mengatakan. “Ini sudah 2017, tapi masih ada yang mengandalkan lagu dengan syair cinta anak muda,” komentarnya. “Namun secara keseluruhan, mereka sudah tampil maksimal dan menghibur penonton yang hadir,” tambah musisi senior Aceh itu.

Dalam ajang AMF ini dewan juri akhir memutuskan Juang Art Community Band asal Bireuen sebagai juara pertama, Sanggar Cut Mutia sebagai juara dua, dan Cupa Banda Aceh meraih posisi tiga. Untuk prestasi tersebut, para pemenang mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 7 juta untuk juara 1, Rp 6 juta untuk juara 2, dan Rp 5 juta untuk juara tiga ditambah trofi dan sertifikat. Sementara 7 nominasi terbaik mendapatkan masing-masing Rp 1 juta plus sertifikat.

Ketujuh grup nominasi terbaik adalah Ipelmabar Band (Aceh Barat), Radat Band (Banda Aceh), Penata Gayo (Aceh Tengah), Perinu Ethnic (Aceh Tengah), Nami (Bener Meriah), Elkasya (Banda Aceh), dan Teuka Band (Aceh Besar).[]

Komentar