Peresensi: Siti Rahmah SH. M.Kn
Judul: KAPTEN TEUNGKU AGAM
Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh)
No. ISBN: 978-602-1632-96-3
Penulis: Teuku Dadek, Murizal Hamzah, Miswar Fuady
Pengantar: Fikar W Eda
Penerbit: Acehprinters Meulaboh
Tanggal Terbit: Juli 2017
Jumlah Halaman: 163
Text Bahasa: Indonesia

***

Kapten Teungku Agam, menceritakan banyak sisi dari seorang Gubernur, mulai dari cerita waktu kecil, sebagai konseptor GAM, Ahli propaganda, berkelana di penjara, terlibat dalam proses perdamaian, hingga menjadi orang nomor 1 di Aceh untuk kedua kalinya. Buku ini mengajak kita “terbang” bersama sang Kapten bernama lengkap Irwandi Yusuf yang lebih akrab disapa dengan Tengku Agam. Kelahiran Beureunun pada tanggal 2 agustus 1960. Meraih gelar Kedokteran Hewan pada tahun 1987 di Universitas Syiah Kuala. Pada tahun 1993 ia meraih gelar Master of Science di College Veterinary Medicine Oregon State University, Oregon USA. Tgk Agam memiliki lima orang anak. Darwati A. Gani sering di Sapa Kak Dar atau Kak ti adalah istrinya yang juga seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Partai yang didirikan oleh Irwandi yaitu Partai Nasional Aceh (PNA).

Irwandi Yusuf – Muhammad Nazar, 2007-2012
Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, 2017-2022

Buku ini dibuka dengan : Captain Agam is back. Para penulis menampilkan karakter kuat sang Kapten. Bagaimana sang Kapten menjadi pilot dadakan, alasan menjadi pilot, bagaimana ia mengajak para pejabat, istri hingga sahabat-sahabatnya terbang dengan Eagle one yang ia kemudikan. Dapat menerbangkan pesawat adalah cita-cita sang Kapten sejak kecil. Tak hanya itu sang Kapten ingin memiliki pesawat sendiri yang bisa digunakannya kapan saja dan dimana saja dalam melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur. Tgk Agam belajar menjadi pilot ketika ia belajar di Amerika Serikat pada tahun 1990 an namun belum mendapatkan izin untuk menerbangkan pesawat. Tahun 2013 ia belajar di Bandung Pilot Academy (BPA) disanalah ia berstatus menjadi pilot dan meraih gelar Kapten.

Irwandi Yusuf, Darwati A Gani dan Keluarga

Ciri khusus pesawat miliknya adalah tulisan “Eagle one dan hanakaru hokagata” disisi kiri pesawat (Hal 10). Hanakaru hokagata adalah bahasa Aceh yang mirip bahasa Jepang yang artinya adalah tidak ribut kemana anda.

Paling menarik dalam buku ini adalah penjelasan sang Kapten terhadap kebebasannya dari penjara Keudah saat tsunami menerjang Aceh tahun 2004 silam. “jadi perlu anda sekalian ketahui, saya tidak pernah melarikan diri dari penjara, tetapi penjara lari dari saya dibawa oleh tsunami, dan saya ke luar negeri memakai paspor asli dan nama asli saya, tidak palsu”. (Hal 51).

 

Tema yang diangkat dalam buku ini berbeda-beda. Ada 37 cerita dari 7 bagian dalam buku ini mengungkap kebiasaan-kebiasaan sang Kapten dalam kehidupan sehari-hari,mulai dari suka memasak, belajar strategi perang ala Sun Tzu, JKA, Dana Gampong, bea siswa, keterlibatannya dalam perdamaian, candaannya kepada masyarakat desa hingga candaaanya terhadap menteri.

Irwand Yusuf di pesawat

Teungku Agam bila bicara suka blak-blakan, terkesan tempramen namun sebenarnya hatinya sangat lembut. Dia tidak tega menembak musuhnya. “Seringkali saya memutuskan untuk tidak menarik pelatuk untuk menyelamatkan nyawa mereka. Ketika jauh, mereka hanya seperti target, tetapi ketika mereka berada dekat, saya bisa melihat di dalam bola matanya dan mereka seperti saudara saya, juga manusia” (hal 105).

Narasi yang digunakan dalam buku ini mengalir. Para penulisnya menggunakan bahasa sehari-hari sehingga lebih terasa hidup. Dalam buku ini penulis juga banyak mengunakan istilah asing dan kutipan wawancara serta potongan lagu dalam bahasa Aceh. Hal ini membuat buku ini menjadi khas. Sama khasnya dengan tokoh yang ditulis dalam buku ini. Sehingga cerita perjalanan panjang sang Kapten sangat sayang untuk dilewatkan. Serasa terbang di Udara bersama sang Kapten.

Komentar

Siti Rahmah
Siti Rahmah lahir di Lhokseumawe 4 juli 1983. Pendidkan terakhir S2. Penulis dan peneliti ini telah menerbitkan 3 buah buku: Motivasi dan Strategi Pelajar untuk Mencapai Prestasi Terbaik, Prahara Moral di Era Globalisasi, dan Aceh dalam Lara dan Kebangkitan. Artikelnya juga pernah dibukukan diantaranya dalam buku "Tolong Beri Judul oleh Kata Hati Institute dan Hasan Tiro The Unfinished Story of Aceh di terbitkan oleh Bander Publishing.