SHARE
Febri Diansyah (Foto: berita168)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dikabarkan akan bertandang ke Aceh pada Sabtu 9 Desember 2017, bertepatan dengan peringatan hari anti korupsi dunia (Hakordia).

“Benar, beliau (Jubir KPK) dipastikan datang ke Aceh nanti saat pelaksanaan kegiatan peringatan hari anti korupsi se dunia,” kata Kepala Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA), Mahmuddin saat dikonfirmasi aceHTrend, Kamis (7/12/2017).

Mahmuddin mengatakan, kedatangan Febri Diansyah ke Aceh untuk mengisi materi pada seminar anti korupsi dalam rangka memperingati Hakordia tahun 2017 yang akan dilaksanakan di gedung UCC Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Aceh pada Sabtu 9 Desember 2017 nanti.

“Dalam seminar ini nantinya jubir KPK akan membicarakan tentang pencegahan dan penyelamatan korupsi sektor sumber daya alam di Aceh,” ujarnya.

Selain Febri Diansyah, seminar ini juga akan diisi oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Ganjar Laksmana Bonaprapta tentang bagaimana membangun budaya anti korupsi serta delik-delik tindak pidana korupsi. Serta pembentukan karakter dalam mencegah korupsi yang disampaikan oleh Ali Aman selaku Wakil Rektor I Unmuha.

Mahmudin mengatakan, tak hanya seminar, kegiatan peringatan Hakordia 2017 yang digagas oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dan SAKA, bekerja sama dengan Unmuha ini juga dilaksanakan rangkain acara lainnya seperti pentas seni anti korupsi, lomba mewarnai serta perlombaan pembuatan meme anti korupsi.

Untuk itu, Mahmuddin mengajak semua kalangan agar bisa mengikuti kegiatan tersebut karena memang terbuka untuk umum, sehingga nantinya akan mendapat pemahaman bahwa prilaku korupsi sangat merugikan Aceh. Faktanya, saat ini sangat banyak kekayaan Aceh itu tidak diperuntukan sebagaimana mestinya, uang banyak justru berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi hari ini, angka kemiskinan masih terus meningkat.

“Maka dengan momen peringatan hari anti korupsi se dunia ini kita bisa menjaga Aceh lebih baik dan terhindar dari prilaku korup,” harap Mahmuddin.[]

Komentar