SHARE

ACEHTREND.CO, Tapaktuan- Setiap pekerjaan yang sudah diamanahkan terhadap seseorang, tentu harus  dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan.

Siapa yang tidak terpukau dengan keelokan Taman Pala Indah (TPI) yang terletak bersebelahan dengan taman Reklamasi Gampoeng Pasar, Kabupaten Aceh Selatan.

Taman ini telah menjelma menjadi salah satu ikon periwisata di Kota Tapaktuan.

Banyak yang menilai, bahwa kehadiran taman  itu merupakan sebuah solusi untuk peningkatan ekonomi masyarakat kecamatan setempat.

Taman yang dipenuhi dengan berbagai wahana bermain dan ruang terbuka hijau (RTH) itu kian menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan.

Sebab, dengan letaknya yang hanya terpaut beberapa meter dari pinggiran laut, tak ayal telah menjadi magnet pengunjung dari berbagai daerah sekitar.

Nama Taman Pala Indah diadopsi dari sebuah komoditi ekonomi kedaerahan, dimana Aceh Selatan dikenal sebagai kabupaten penghasil pala terbesar di Provinsi Aceh.

Tentunya keindahan taman tersebut tidak berarti apa-apa jika tanpa sosok lelaki ulet yang saban hari mencurahkan setiap ide dan gagasan untuk perbaikan memperindah taman tersebut.

Dia adalah Sakdah, pria yang lahir setengah abad lalu ini dipercayakan sebagai Kepala Bidang RTH di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten setempat.

Kepada aceHTrend Selasa (5/9/2017) dini hari ia banyak berkisah ihwal amanah yang diemban olehnya.

Ayah dari empat orang anak ini terlihat gagah dan perkasa, meskipun gurat usia terlihat jelas dikedua pipinya.

“Sebagai seorang abdi negara yang sudah dipercayakan menduduki sebuah jabatan, tentu ini menjadi tanggung jawab bagi saya untuk memberikan yang terbaik demi pembangunan Daerah” ujar lelaki eselon III ini.

Bagi Sakdah, pekerjaan sebagai Kapala Bidang RTH bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab pekerjaan yang diemban olehnya itu kelak akan menimbulkan dua sisi penilaian dari masyarakat, yaitu positif dan negatif.

Maka dari itu, terkadang Sakdah menambahkan jam kerjanya di malam hari demi menjaga keindahan taman.

“Setiap selesai jam kantor biasanya saya pulang kerumah, setelah mengahabiskan waktu bersama keluarga saya langsung ke taman buat nongkrong sembari menyerap aspirasi pengunjung terkait kekurangan taman pala” sebut Alumni Fakultas Teknik Unsyiyah ini.

Bagi Sakdah, sebuah jabatan tidak berarti apa-apa jika tidak ditekuni dan dikerjakan dengan ikhlas, maka tidak menjadi hal yang tabu bagi masyarakat setempat jika melihat sosok lelaki berpakaian dinas sampai tengah malam berkeliaran ditaman pala.

“Kuncinya keikhlasan dalam bekerja. Selama saya berada di kawasan taman ini sudah banyak aspirasi yang disampaikan oleh pengunjung, salah satunya mereka berharap adanya sebuah Mushalla di taman pala, ” sebut mantan Kepala PDAM ini.

 

Ditemani segelas kopi serta dinginnya suasana taman, tak terasa jam pun sudah menunjuki pukul 02:25 Wib.

Melalui aceHTrend ia menyampaikan harapan pada para generasi muda, masyarakat dan pengunjung taman, agar sama – sama saling menjaga dan merawat taman yang sudah digagas oleh pemerintah di bawah Kepemimpinan Bupati H.T. Sama Indra.

“Kita berharap agar taman ini sama – sama untuk kita jaga dan kita rawat, supaya anak cucu kita kelak bisa menikmati apa yang sudah kita lakukan hari ini,” katanya.

Karena katanya, yang perlu diketahui kehadiran Taman Pala setidaknya bisa mencegah abrasi di kota Tapaktuan.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati H. T. Sama Indra yang telah dengan serius dan fokus dalam membangun bidang keindahan Ruang Hijau Terbuka.

“Terima kasih saya kepada aceHTrend yang sudah mau meliput terkait pesona bahari Aceh Selatan, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT, ” katanya.

(Masrian Mizani)

Komentar