BERBAGI
Steemit, Solusi Cerdas Entas Kemiskinan di Aceh (Tawaran Kepada Pemerintah di Aceh)

 

Testimoni

"Bang, ka loen kira-kira, si buleuen na peng loen dua juta," kata @fahrijoely, yang artinya pendapatan kreator konten di Steemit bisa mencapai dua juta sebulan.

Steemian dari Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Banda Aceh itu mengaku itu pendapatan untuk postingan biasa-biasa saja. Fahri menduga, jika kreator konten menghadirkan konten berkualitas secara konsisten, besaran pendapatan perbulan bisa lebih dari dua juta.

Hitungan yang serupa pernah disampaikan oleh Steemian perempuan @fararizky, juga dari KSI Chapter Banda Aceh. Dalam hitungan lebih rinci, sosok analis perkembangan uang kripto itu menyebut angka 2.7 juta lebih per-bulan. “Ini hasil untuk dua postingan perhari dan 25 hari kerja perbulan,” sebutnya dalam bincang-bincang di warung Polem.

Berbeda dengan Fahrul dan Fara, Steemian yang hobi menghadirkan konten lukisan dan desain di Steemit, @orcheva justru memiliki pendapatan lebih dasyat lagi dari hasil menjadi kreator konten di Steemit. Hanya dalam waktu 2,5 bulan ia berhasil mengumpulkan reward yang lumayan, dan hasilnya bisa membeli motor seharga Rp 34 juta, minggu lalu.

Lebih menyentuh lagi kisah Steemian asal Pidie yang kerap menghadirkan konten seputar film di Steemit. Dengan pendapatan yang diperoleh di Steemit ia bisa meneruskan tugas almarhum ayahnya untuk mengobati ibu yang sedang sakit.

"Pelayanan intensif memang butuh biaya yang lebih banyak, tapi saya bisa mewujudkannya dengan memperoleh reward dari menjadi kreator konten di steemit," tulis @akbarrafs dalam postingannya.

Seorang dokter ahli kandungan di Bireuen, dr Purnama Setia Budi secara terus terang menilai bahwa dengan menjadi kreator konten di Steemit dapat membantu mengatasi kemiskinan di Indonesia, dan karena itu dirinya mengajak anak-anak muda di Bireuen untuk membuka akun plus bergabung dalam komunitas Steemit yang ada di Bireuen, KSI – Bireuen Steemit Community.

Rekannya yang juga dokter, Razack Pulo juga memprediksi jika pendapatan di Steemit sangat mungkin mengalahkan pendapatannya sebagai dokter spesialis. Kedua mereka @dokterpurnama dan @razack-pulo adalah steemian dari Bireuen, Aceh. Meski dipadati tugas sebagai dokter keduanya masih sempat menulis. “Menulis adalah hobi saya, dan saya memilih menulis hal-hal ringan dan asyik,” kata Razack Pulo yang memang sudah aktif menulis jauh sebelum hadir Steemit.

Tentu saja banyak kisah sukses para steemian lain di Aceh. Bahkan, sudah ada yang bisa membeli atau merencakan untuk membeli mobil, bahkan ada yang sudah membeli kebun kopi. Kini, beberapa steemian bahkan sudah punya rencana melakukan petualangan ke luar negeri dengan hasil pendapatan mengkreasi konten di media sosial berbasis steem-blockchain, steemit. Untuk melengkapi testimoni di atas ada baiknya membaca juga post berikut ini:

https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/bisakah-kita-kaya-dengan-menjadi-kreator-konten

Data Statistik

Dalam analisis yang lebih mendalam lagi, seorang steemian dari luar negeri, @paulag khusus mengamati data statistik steemian Indonesia, dan dia menemukan kabar baik bahwa ada banyak kreator konten dari Indonesia yang sudah memiliki pendapatan di atas pendapatan rata-rata orang miskin di Indonesia. Itu artinya, kehadiran media sosial steemit membantu sebahagian rakyat Indonesia keluar dari garis kemiskinan. Melalui postingannya berjudul Steemit Good News Story 1: Attacking Global Poverty With Steem and Steemit, @paulag menerbitkan data steemian yang mendapat pendapatan lumayan, sebagai berikut:


Fakta Kemiskinan Aceh

Sampai saat ini, problem akut yang masih belum mampu diatasi adalah masalah kemiskinan dan pengangguran di Aceh yang masih tetap besar. Pada Agustus 2017, merujuk pada pernyataan Kepala Bappeda Aceh, posisi angka kemiskinan di Aceh ada di 16.89 persen atau ada di 872 ribu jiwa.

Melalui media aceHTrend, lembaga IDeAS pernah merilis gambaran kemiskinan di seluruh kabupaten – kota di Aceh, berikut ini:

aceHTrend
Dengan posisi itu, ragam cara sedang dan terus diupayakan, termasuk dengan mengenjot sektor pariwisata dan mengundang investor masuk ke Aceh. Pihak Pemerintah Aceh, melalui Wakil Gubernur Aceh, bertekad untuk menurunkan angka kemiskinan 1 persen setiap tahun sehingga pada akhir pemerintahannya angka kemiskinan di Aceh sudah di bawah 10 persen. Sumber

Dua cara itu dan lainnya tentu saja sah dan mesti dilakukan sebab memang bisa membawa berkah. Bahkan, Pemerintah Aceh sendiri mengakui perlunya program tidak biasa untuk menurunkan kemiskinan Aceh yang kini berada di posisi 6 daerah termiskin di Indonesia.

Untuk itu, tidak berlebihan jika pihak pemerintah di Aceh perlu membaca testimoni dan temuan statistik di atas untuk dipertimbangkan agar mendukung pula tumbuhnya sektor ekonomi kreatif di Aceh, yang di dalamnya ada para kreator konten yang mengkreasikan kontennya di Steemit.

Infrastruktur Telekomunikasi

Dukungan paling penting bagi kreator konten di Aceh adalah tersedia infrastruktur telekomunikasi sehingga para kreator konten dapat dengan mudah dan cepat melakukan posting konten yang sudah dikreasikan dengan menarik. Bila perlu, pemerintah dapat menyediakan lokasi-lokasi wifi gratis dengan kecepatan tinggi sehingga dapat memperlancar para steemian berkerja.

Syukurnya, secara infrastruktur telekomunikasi, mengutip penjelasan pihak Telkom, 23 kabupaten – kota di Aceh pada 2018 sudah tersedia jaringan fiber optik. Jika benar maka sudah sangat mungkin untuk mewujudkan Gampong Steemit di banyak kabupaten – kota di Aceh, atau minimal bisa di wujudkan di beberapa lokasi sebagai daerah percontohan. Tentang gagasan Gampong Steemit dapat dibaca post berikut:

https://steemit.com/promo-steemit/@rismanrachman/project-proposal-for-steemit-village-with-bahasa

Dukungan pemerintah kepada ekonomi berbasis konten tidak sia-sia serta tidak mubazir sebab para kreator konten di Steemit sangat menghindari untuk menghadirkan konten yang menyerang, menjelek-jelekkan, menebar fitnah, apalagi sampai menebar kabar hoax. Konten-konten negatif sangat sulit untuk diberi upvote oleh steemian lainnya. Jadi, otomatis Steemit akan terus menjadi media sosial positif bagi Aceh. Tentang bagaimana komunitas kripto melakukan perubahan dapat dibaca juga dua postingan berikut:

https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/crytocurrency-revolution-end-of-year-reflection-for-indonesian-steemian-in-bahasa

https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/cryptocurrency-revolution-start-with-a-little-good-it-s-huge-impact-in-bahasa

Investor Steem di Steemit

Bila perlu, pemerintah melakukan lobi kepada pihak yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menjadi investor Steem di Steemit. Dengan kekuatan Steem Power yang dimiliki oleh investor dapat lebih memberdayakan Steemian dari Aceh atau Steemian yang ikut mendorong pemajuan Aceh.

Apa dampak positifnya? Jika ada banyak warga Aceh sudah memiliki pendapatan di Steemit melebihi Upah Minimum Provinsi maka problem pengangguran dan kemiskinan akan ikut teratasi, apalagi jika ada beberapa pengusaha di Aceh bersedia menjadi investor Steem di Steemit. Saya kira Steemian di Aceh sangat siap diajak menyampaikan pandangannya tentang Steemit di forum pertemuan dengan pihak pemerintah. Tentang berinvestasi di Steemit saya pernah menulis post berikut ini:

https://steemit.com/aceh/@rismanrachman/mengajak-irwandi-yusuf-berinvestasi-di-steemit

Revolusi Blockchain

Selain mendorong migrasi warga Aceh dari media sosial biasa ke Steemit untuk menjadi kreator konten yang memperoleh reward cryptocurrency dapat pula menerapkan teknologi blockchain dalam pengelolaan keuangan dan kegiatan pembangunan di Aceh. Dengan teknologi blockchain, problem saban tahun yang melekat pada proses persetujuan APBA dapat di atasi. Mengelola APBA dengan database blockchain akan menjamin keterbukaan, kecepatan, dan keamanan. Tidak akan ada lagi yang namanya anggaran siluman dan sebagainya. Pengelolaan kegiatan pembangunan juga bisa dikelola dengan transparan dan terbuka dilacak riwayatnya.

Tentang keuntungan dari teknologi blockchain dapat dibaca salah satu post berikut:

https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/blockchain-untuk-memutus-mata-rantai-korupsi-di-indonesia

https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/bisakah-media-blockchain-entaskan-kemiskinan-di-indonesia

https://steemit.com/indonesia/@rismanrachman/10-benefits-of-social-media-blockchain-that-should-encourage-you-to-steer-steemit-for-change-wiht-bahasa

Kesimpulan

Media sosial bernama Steemit sudah terbukti memberi dampak ekonomi bagi banyak Steemian Aceh, bahkan pendapatan yang diperoleh mencapai dan atau melebihi angka UMP jika menjadi kreator konten yang konsisten menghadirkan postingan berkualitas, menarik dan penting.

Dengan dukungan Infrastruktur telekomunikasi yang diklaim sudah menjangkau seluruh Aceh maka Steemian Aceh dapat menjalin kerjasama dengan pihak Pemerintah Gampong untuk mewujudkan Gampong Steemit sehingga warga di gampong-gampong juga terbuka kesempatan untuk mendapatkan pendapatan di Steemit yang bisa dikonversi ke dalam uang rupiah.

Pemerintah di Aceh terbuka kesempatan menjalin kerjasama dengan para Steemian di Aceh melalui Komunitas Steemit Indonesia (KSI) di Aceh untuk menjalin kerjasama yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan kreator konten di seluruh Aceh.

Pemerintah Aceh juga penting mendorong pengusaha Aceh dan jaringan investor di Aceh untuk juga ikut berinvestasi di Steem-Blockchain untuk mendukung peningkatan pendapatan Steemian asal Aceh atau Steemian yang mendukung pemajuan Aceh.

Terakhir, pemerintah Aceh penting mempertimbangkan penggunaan teknologi blockchain jika hendak mengakhiri masalah menahun menyangkut pengelolaan anggaran pemerintah dan pembangunan. []

Artikel ini adalah konten steemit @rismanrachman

Komentar

BERBAGI
Redaksi
aceHTrend menghadirkan berita dan opini yang dibutuhkan warga. Media ini didirikan oleh PT. Aceh Trend Mediana sebagai perusahaan pers untuk menjadi sarana berbagi informasi dan promosi bagi warga masyarakat, pebisnis, serta instansi pemerintahan yang ada di Aceh dan sekitarnya. Hubungi kami: redaksi@acehtrend.co