Aula Fikrullah Balad (ketiga dari kiri) saat bertemu Ketua DPRA Teungku Muharuddin (kiri) membicarakan proses keberangkatan dirinya ke Amerika Serikat. Foto: Taufik Ar-Rifai (aceHTrend)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – “Ketika tim USAID menelpon, saya dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa ke Amerika. Saya hampir tidak percaya dan terdiam seribu bahasa,” ujar Aula Andika Fikrullah Al-Balad.

Perasaan gembira bercampur haru itu diungkapkan Aula saat bersilaturrahmi dengan Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin di ruang kerjanya, Senin malam (4/6/2018). Ia merupakan salah satu dari 23 penerima beasiswa USAID PRESTASI seluruh Indonesia untuk melanjutkan pascasarjana pada program Master of Science in Instructional Technology di Lehigh University, Amerika Serikat.

Tak mudah baginya untuk memperoleh beasiswa ke Negeri Paman Sam tersebut. Pasalnya, beasiswa itu diperoleh setelah sebelumnya 53 kali gagal. Sebelumnya, berbagai macam cara telah ia tempuh agar memperoleh beasiswa ke luar negeri, namun sayangnya selalu ditolak.

Berbagai kegagalan itu tidak menyurutkan semangat dan langkahnya untuk terus berusaha. Baginya, kegagalan itu merupakan kesuksesan yang tertunda. Pasalnya, rasa putus asa ataupun menyerah merupakan sikap yang harus dihindari. Ia percaya bahwa Allah bukan tidak memberikannya kesempatan, tapi menundanya hingga waktu yang dirasakannya siap untuk menerima anugerah tersebut.

“Dan sekarang, Alhamdulillah Allah sudah memberikan semua jawaban ini walaupun dengan berbagai macam tantangan. Ini saya patut saya syukuri, karena inilah kesempatan saya yang sudah tiba waktunya. Jangan biarkan penolakan itu menghentikan langkah kita untuk terus meraih prestasi,” ujar Aula.

Aula mengaku, total pelamar beasiswa USAID PRESTASI itu awalnya mencapai 1.200 lebih peserta. Selanjutnya, peserta itu seleksi lagi untuk masuk tahap interview sebanyak 600 orang. Akhirnya, tahap akhir, jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi hanya 23 orang.

“23 orang peserta itu berasal dari seluruh provinsi se-Indonesia. Alhamdulillah, untuk provinsi Aceh saya satu-satunya yang terpilih,” ujar Aula Andika Fikrullah Al-Balad.

Dikenal Mahasiswa Berprestasi

Aula Andika Fikrullah Al-Balad dilahirkan di Aceh Besar, 17 November 1993. Bungsu dari delapan bersaudara pasangan almarhum Ridhwan Kris dan Siti Narimah ini berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang petani dan ibunya sebagai seorang pedagang sayur. Saat berusia 11 tahun, ia menjadi seorang yatim setelah ayahnya meninggal dunia direnggut konflik.

Meski tumbuh dari latarbelakang keluarga yang tergolong sederhana, tidak menyurutkan semangatnya meraih cita-citanya lebih tinggi. Aula yang tercatat sebagai warga Lampasi Engking, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar ini sebelumnya merupakan alumni penerima beasiswa Bidikmisi Pendidikan Fisika Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Tahun 2014, ia dinobatkan sebagai Raja Baca Aceh. Selain itu, ia juga terpilih sebagai delegasi Aceh pada kegiatan Indonesia Youth Forum di Wakatobi Sulawesi Tenggara, peserta terpilih pada Paris Model United Nation, Mumbai Model United Nation, dan Entreprenuer Winter School di Hong Kong, dan sejumlah prestasi lainnya.

Selain dikenal dengan segudang prestasi, Aula juga dikenal sebagai pemuda yang suka berorganisasi dan akrab dengan dunia sosial. Ia juga tercatat sebagai sekretaris Pesantren Raudhatul Mubarakah. Selain itu, ia juga sebagai koordinator relawan di Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Bangun Aceh (FBA) serta aktif di Forum Lingkar Pena.

Ketua DPR Aceh : Aula Aset Rakyat Aceh Masa Depan

Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin mengapresiasi atas penghargaan yang diperoleh Aula Andika. Politisi Partai Aceh ini mengaku sangat mendukung penuh atas usahanya dalam menggapai semua cita-citanya tersebut.

“Aula Aset rakyat Aceh masa depan. Atas nama pribadi dan mewakili DPR Aceh, saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Tgk Muharuddin menjelaskan, kerja keras dan usaha tanpa mengenal menyerah patut dicontohkan sebagai motivasi awal bagi seluruh mahasiswa di Aceh. Menurutnya, Aula yang berasal dari latarbelakang keluarga sederhana ini mampu membuktikan diri sebagai sosok pemuda yang tanpa menyerah dengan berbagai macam rintangan.

“Apalagi kita tadi mendengar sudah melewati fase 53 kali gagal. Namun tidak pernah patah semangat dan terus berusaha. Sikap dan komitmen Aula yang harus kita contoh dan teladani. Malahan ia lulus seleksi dengan mengandalkan pesantren tradisional. Saya harap ke depan, selesai kuliah di sana tetap pulang ke Aceh dan mengabdi di sini,” ujar Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Komentar