ACEHTREND.CO, Suka Makmu- Ada tradisi unik ketika meugang di Seunagan Timur, Nagan Raya. Di sini meugang digelar empat hari berturut-turut.

Hal unik lainnya, di sini masyarakat tidak hanya membeli daging ke pasar namun mereka juga mendapatkan bagian sie tumpok (tumpukan daging) pada hari meugang dari gampongnya masing-masing.

Sie tumpok ini merupakan cara warga untuk mendapatkan daging pada saat meugang, biasanya cara ini dilakukan dengan berpatungan untuk membeli kerbau atau sapi kemudian dipotong secara bersama sama dan dibagi rata kepada seluruh warga.

“Selain lebih murah sie tumpok ini juga mempererat tali silaturahmi, karena proses pemotongan kerbau dilakukan secara bersama-sama,” kata Tgk Ismail warga Gampong Kabu Baroh usai memotong kerbau meugang, di desanya, Minggu (13/5/2018).

Tgk Ismail menjelaskan seiring berjalannya waktu tradisi sie tumpok pada saat meugang menjelang puasa ini mulai banyak ditinggalkan warga, hanya beberapa desa yang masih menjalani peninggalan indatu itu.

Ia menambahkan sie tumpok ini dilakukan untuk memastikan semua warga mendapatkan daging pada saat meugang, sie tumpok biasanya dilakukan oleh aparatur gampong bersama sama dengan warga dengan pembayaran setelah panen padi.

Pembayaran pun menjadi unik karena tidak dibayar dengan uang melainkan dibarter dengan padi. Biasanya kata Tgk Ismail, per tumpok sie dihargai dengan dua sampai tiga naleh, (satu naleh sama dengan 16 bambu padi).

“Memang kekompakan dan kebersamaan lebih kentara namun tradisi sie tumpok ini juga terdapat kelemahan karena tidak semua padi yang dibayar berkualitas bagus,” tuturnya.

Tgk Ismail menambahkan di gampongnya masih menerapkan tradisi itu. Hanya saja, tidak lagi membayar dengan memakai padi melainkan seluruh biaya tersebut diambil dari kas pemasukan gampong setelah melalui proses rapat atau kesepakatan bersama.

Foto : Masyarakat Gampong Kabu Baroh sedang melakukan prosesi pembagian sie tumpok di desa setempat, Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (13/5/2018)