BERBAGI
Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (memakai peci, berjaket), saat sedang berada di sebuah gereja. Foto: ist.

Oleh Farhan Zuhri Baihaqi*)

Di saat umat Kristiani hendak akan menjalankan ibadahnya, tiba-tiba sebuah tragedi pengeboman yang merenggut belasan nyawa serta puluhan lainnya luka-luka terjadi di tiga gereja berbeda di kota Surabaya. Peristiwa yang telah menggemparkan masyarakat seluruh Indonesia ini terus menjadi titik fokus perhatian dan pembahasan, apa yang menyebabkan peristiwa ini terjadi? Dan tentunya juga ada yang berstigma pelakunya adalah teroris berjubah dan berjenggot di balik kejadian ini.

Umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia kini sering distigmakan seolah-olah setiap pelaku pengeboman yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia adalah umat Islam, apalagi latar kejadian berada di rumah ibadah umat lain. Perilaku ini begitu kejam serta tidak beradab karena memang Islam tidak mengajarkan demikian.

Pada hakikatnya Islam adalah agama yang hanif tidak pernah menghendaki adanya kekerasan di mana saja dan dalam hal apa saja. Allah SWT mengisyaratkan di dalam Al-Qur’an bahwa dalam hidup dan kehidupan manusia harus membangun hubungan baik dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan baik dengan manusia (hablumminannas).

Agama Islam yang dibawa Rasulullah SAW, sama sekali tidak mengajarkan anarkis dan kekerasan, agama Islam adalah agama yang cinta damai dan sangat menghargai perbedaan. Al Qur’an menjelaskan dalam beberapa ayat Islam membebaskan manusia memilih agama dan keyakinannya.

Allah berfirman, “Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan.”(Al-Maidah : 99). Dalam ayat ini telah di tegaskan tugas kerasulan adalah menyampaikan risalah Allah SWT tanpa paksaan dan kekerasan, dan dalam perjalanan waktu serta sejarah Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah tidak pernah menggunakan kekerasan, Rasulullah SAW selalu mengedepankan cinta kasih dalam setiap kehadiran dan dakwah-dakwahnya.

Nabi SAW sangat menjunjung tinggi perdamaian, toleransi dan keragaman. Islam membawa misi kemanusiaan, Islam agama rahmatan lil’alamin. Akhlak Rasulullah terpancarkan dengan indah dan menjadi tauladan bagi muslim lainnya untuk berakhalak dengan akhlak Nabi SAW. Pesona dan keindahan akhlak Rasulullah adalah intepretasi dari wahyu Allah di dalam Al-Quran.

Merawat Keberagaman

Di saat mata tertuju ke Surabaya, ada beberapa pemuda muslim yang sedang melakukan ekspedisi kebangsaan dengan tema “Merawat Keberagaman” melakukan kunjungan dan bersih-bersih rumah ibadah (mesjid, gereja, vihara) di Provinsi Berbasis Syariat Islam yaitu Aceh. Ekspedisi yang diketuai Oleh Dahnil Anzar Simajuntak (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah) dalam rangka milad Pemuda Muhammadiyah ke 86 ini mencoba menafsirkan makna keberagaman sebenarnya, serta menyampaikan bagaimana Provinsi Aceh dengan mayoritas Islamnya serta memberlakukan Syariat Islam begitu toleran serta menjaga umat lain dalam beragama.

Rasa aman dan damai ini terucap dari beberapa penganut Budha di Banda Aceh yang menyampaikan betapa aman dan tak ada gangguan bagi mereka melaksanakan ibadahnya dalam dialog bersama Dahnil Anzar di salah satu vihara di Banda Aceh. Ideologi toleransi semacam ini patut diteladani karena menampakkan sisi sebenarnya umat Islam dengan landasan lakum dinukum Waliyadin, keberagaman adalah sebuah hal yang pasti, karena insan tak mampu memberikan hidayah kepada seseorang untuk mengikuti agama kita. Tapi kita punya tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik secara muamalah dengan non muslim.

Merawat keberagaman sebenarnya meninggikan akhlak muslim, karena Islam itu rahmatan Lil alamin, dengan menghargai perbedaan Insya Allah negara ini akan aman dan tentram. Wallahualam.

*)Pemuda Muhammadiyah.

Komentar

BERBAGI
Redaksi
aceHTrend menghadirkan berita dan opini yang dibutuhkan warga. Media ini didirikan oleh PT. Aceh Trend Mediana sebagai perusahaan pers untuk menjadi sarana berbagi informasi dan promosi bagi warga masyarakat, pebisnis, serta instansi pemerintahan yang ada di Aceh dan sekitarnya. Hubungi kami: redaksi@acehtrend.co