Seorang pemuda sedang membaca ayat suci Alquran, seusai shalat subuh di salah satu mushalla di Banda Aceh. Foto: Muhajir Juli/aceHTrend.

Oleh Fajri*)

Salah satu rangkaian rukun Islam adalah puasa. Puasa merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim yang mukallaf. Artinya muslim yang dengan sengaja meninggalkan puasa akan memperoleh dosa dan muslim yang melaksanakan puasa akan diganjar dengan pahala.

Lumrah diketahui bahwa di balik setiap perintah dan larangan dalam Islam terdapat konskewensi surga dan neraka atau nikmat dan azab. Di samping itu pula sebenarnya di balik perintah dan larangan terkandung berbagai hikmah yang mengefek kepada pelakunya secara rohani dan jasmani.

efek baik dan buruk dari setiap perintah dan larangan belumlah diketahui awal-awal mula berlakunya perintah dan larangan itu. Efek baik dan buruk itu barulah tersingkap jauh-jauh hari kemudian berkat berkembangnya ilmu pengetahuan dan technology.

Ummat Islam generasi awal pun tidak pernah mendasari amaliah ibadah mereka kepada efek baik selain ikhlas dan mengharapkan ridha Allah. Namun demikian efek baik dari amaliah ibadah itu selalu mereka dapatkan.

Ilmu pengetahuan modern telah banyak menyingkap rahasia-rahasia dibalik perintah dan larangan dalam Islam yang akan berefek kepada pelakunya. Salah satunya adalah puasa.

Puasa dan pembangunan jiwa

Puasa adalah sebuah ibadah yang mengharuskan pelakunya menahan diri dari makan dan minum dari mulai fajar sampai dengan adzan magrib. Disamping itu pula orang yang berpuasa diharuskan menjaga seluruh anggota badannya agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tercela.

Dari defenisi puasa di atas jelaslah bahwa puasa bukan hanya kegiatan menahan makan dan minum saja. Melainkan juga kegiatan untuk menahan kegiatan-kegiatan tercela. Bahkan dalam sebuah riwayat hadist disebutkan bahwa Allah tidak menginginkan puasa dari orang-orang yang mulutnya mengeluarkan kata-kata kotor. Artinya berpuasa hanya dengan tidak makan dan minum adalah cacat.

Sejatinya puasa adalah upaya membangun dan menyucikan jiwa. Puasa adalah penawar dari racun-racun syaithoni yang selama ini menggerogoti, puasa adalah detoksifikasi bagi jiwa kebinatangan yang mendera setiap insan muslim. Begitu mulia dan agungnya hakekat dari ibadah puasa sampai-sampai pelakunya dijanjikan mendapatkan tiltle taqwa.

Sesungguhnya puasa yang dikerjakan secara benar akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pelakunya serta menjadi obat ditengah mewabahnya maksiat.

Puasa dan kesehatan

Upaya saintik telah banyak sekali dilakukan terkait efek puasa bagi kesehatan. Dan ditemukan bahwa puasa berdampak baik untuk kesehatan pelakunya.

Puasa yang dijalani seorang muslim selama kurang lebih 12 jam setiap harinya selama bulan ramadhan dipercaya secara medis dapat menetralisir racun (detoksifikasi) dari tubuh. Proses pembersihan racun berjalan dengan baik karena selama kegiatan puasa berlangsung tubuh tidak bekerja mengolah makanan yang dikonsumsi. Racun-racun yang terbuang melalui puasa secara otomatis akan menurunkan resiko terkena penyakit kencing manis dan hipertensi.

Di samping bisa membersihkan racun-racun dari tubuh, puasa juga dapat meregenerasi sel-sel dengan baik. Selain itu puasa juga dapat memperkuat imunitas tubuh dimana fungsi dari sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat.

Berdasarkan uraian di atas benarlah sebuah ungkapan “berpuasalah maka kamu akan sehat”. Namun demikian seorang muslim selayaknya mendasari ibadah puasa yang dikerjakannya pada iman semata.

*)penulis adalah kepala MAS Imam Syafi’i Sibreh Aceh Besar.

Foto: Seorang pemuda sedang membaca Quran seusai shalat subuh di salah satu mushalla di Banda Aceh. (Muhajir Juli/aceHTrend)

Komentar

Redaksi
aceHTrend menghadirkan berita dan opini yang dibutuhkan warga. Media ini didirikan oleh PT. Aceh Trend Mediana sebagai perusahaan pers untuk menjadi sarana berbagi informasi dan promosi bagi warga masyarakat, pebisnis, serta instansi pemerintahan yang ada di Aceh dan sekitarnya. Hubungi kami: redaksi@acehtrend.co